![]() |
Melapor Ke Polisi, Advokasi Kasus, dok.photo: istimewa |
Informasi dari Tami yang berasal dari Desa Kroya Rt 09/03 Blok II, Kecamatan Panguragan,
Kabupaten Cirebon, dia menjadi BMI diberangkatkan oleh Yayasan Tri Darma Jakarta pusat.
Tanggal 22 oktober 2013 lalu, selama
beberapa bulan keduanya sudah dipekarjakan saat berada di penampungan PPTKIS tersebut. Selanjutnya mereka dikirim ke PPTKIS Bayu Arafan dan selama berada disana malah mendapatkan tindakan kekerasan dari penjaga
penampungan PPTKIS tersebut.
Karena tidak tahan, akhirnya Tami yang merupakan bibi dari
Darini (Baca Darini Berhasil dibebaskan dari Penampungan di Medan) berhasil kabur dari rumah majikannya dan pulang
ke kampungnya. Darini yang berangkat bersama dengan bibinya, selanjutnya berhasil pula diselamatkan dari sekapan PPTKIS
Banyu Arafan yang berada di Medan.
Tami mendapatkan tindakan kekerasan di PPTKIS yang menampungnya, dengan didampingi oleh Serikat Buruh Migran
Indonesia (SBMI) itu akan melaporkan masalah yang dialaminya ke mabes Polri di Jakarta.
Pasca kaburnya Tami dari rumah majikannya
yang berada di Medan, dan berhasil kembali ke kampung Halamannya, SBMI juga telah membebaskan keponakan Tami yang disekap di PPTKIS Bayu Arafan yang berada di Medan. Setelah membuat
laporan di kepolisian Kota Besar Medan setelah sebelumnya melapor ke Polres Cirebon. Nisma melakukan ini agar bisa mendapatkan pengantar dari kepolisian daerah untuk
ke Mabes Polri.
Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia
(SBMI), Nisma Abdullah mengungkapkan, dirinya mendampingi korban
tindakan kekerasan yang terus dialami BMI. Kepolisian daerah wajib untuk membantu
dalam menyelesaikan masalah yang dialami oleh BMI dimanapun termasuk di luar negeri.
Bahkan ia juga akan membantu keluarga
Tami, dan membebaskan keponakannya Tami yang bernama Darini untuk bisa keluar
ataupun bebas dari sekapan PPTKIS jahat tersebut.
“SBMI kesini mendampingi korban yang
mungkin tidak memahami proses hukum, oleh karena itu, kami dengan
kawan-kawan SBMI Kabupaten Cirebon berupaya membantu keluarga Tami dan keponakannya
terbebas dari cengkraman para penjual manusia yang selama ini makin
marak,“ tuturnya.
Menurutnya, apalagi dengan adanya
informasi keponakan Tami belum bisa keluar dari sekapan PPTKIS tersebut, kami bersama Tami sebagai korban mendatangi pihak
kepolisian Daerah guna memeberikan pengantar untuk ke Mabes Polri. Harapannya keponakan Tami yang bernama Darini bisa segera terbebas dari sekapan.
Kapolres Kabupaten Cirebon, AKBP Irman
Sugema melalui Kepala Satuan Reskrim AKP Mikra, yang disampaikan oleh
KBO Reskrim AIPDA Dudu Wawan Setiawan mengungkapkan, pada dasarnya jika
Tempat Kejadian Perkara (TKP) diluar jawa, ataupun diluar wilayah hukum Mapolres
Cirebon, tidak selalu harus membuat Laporan ke kepolisian daerah, namun bisa langsung ke Mabes Polri dan mendukung apa yang dilakukan SBMI.
Mohon dimaafkan sebelumnya....!! terpaksa sy ngeposting disini karna sy sudah mengalami skrg bagaimn rasanya tinggal di perantauan jd TKW. Anak dan suami di tinggal di kampung. Sy dulu 4 tahun 5 bulan tinggal di Taichung Taiwan.. hanya jeritan batin dan tetes air mata selalu menharap. tp tdk ada hasilnya sm sekali. Cuman gali lobang tutup lobang trus. dulu.. pengen pulang ke indo gaji tidak seberapa. Tetapi namanya juga rejeki itu tidak ada yg tau. Yg penting kita betul-betul yakin dan percaya Pasti ada jlan keluarnya. Halal tidaknya hanya tuhanlah yg menentukan. Kebetulan waktu itu sy istirahat di kamar buka facebook dapt nmor telpon Mbah Suroto di halaman tki sukses. setelah sy baca ternyata beliau murid Eyang Guru Jugo dari gunung kawi. dengan adanya Pesugihan Dana Ghaib ini dan Pesugihan Anka ghaib/Togel 2D sampai 6D pilihan..., sy memilih jalan Pesugihan Dana Ghaib saja karna tidak ada tumbal menumbal. alhamdulillah ternyata benar2 terbukti hasil nya dari Mbah. skrg sy bsa buka usaha kecil-kecilan di rumah.. ya allah terima kasih rejekimu ini yg enkau berikan. Mungkin ada teman pengen merubah nasib nya seperti sy. ini nomr nya Mbah Suroto +6282291277145 karna tidak ada salahnya kita berbagi. sy sudah merasakan manis pahitnya tinggal di perantauan. Trmksh
BalasHapus